Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juni 2009

Sidney akan Jadi Pusat Keuangan Syariah

Sidney akan Jadi Pusat Keuangan Syariah

http://www.republika.co.id/berita/55607/Sidney_akan_Jadi_Pusat_Keuangan_Syariah
By Republika Newsroom
Rabu, 10 Juni 2009 pukul 16:56:00

Setelah Malaysia, London dan Singapura memproklamirkan diri sebagai pusat keuangan syariah, kini giliran Australia yang mulai tertarik menjadikan Sidney sebagai pusat keuangan syariah.

Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Kevin Rudd pemerintah Australia memiliki rencana memperluas keuangan Islam hingga Sidney. Menteri Keuangan, Pensiun dan Hukum, Chris Bowen mengatakan dengan Sidney sebagai pusat keuangan maka diharapkan akan dapat menarik dana-dana dari investor muslim. “Mayoritas populasi Muslim dunia berada di Asia. Singapura dan Kuala Lumpur mencoba menjadi pusat keuangan syariah dan saya rasa Australia bisa ikut ambil peran,” kata Bowen.

Ia pun menambahkan walau persentase perbankan syariah masih kecil, namun industri tersebut dapat menjaring banyak dana dan membuka peluang kerja di Australia. Investasi keuangan syariah tidak diperbolehkan untuk berinvestasi di alkohol, perjudian dan senjata. “Dana investasi syariah tak dapat ditempatkan di account biasa tapi banyak produk yang dapat disesuaikan untuk desain investasi syariah,” ujar Bowen.


Industri keuangan syariah pun, lanjutnya, menjadi salah satu peluang yang bagus bagi Australia. Di Australia sendiri kini terdapat empat lembaga keuangan yang mengadopsi sistem keuangan syariah, yaitu National Australia Bank, HSBC, Kuwait Finance House, dan Muslim Community Co-operative of Australia.

Sebelumnya akademisi bank syariah dari Universitas Melbourne, Professor Abdullah Saeed mengatakan bank syariah memiliki pertumbuhan yang potensial di Australia. “Ada komunitas muslim di sini, tetapi komunitas tersebut bukan hanya untuk muslim di Australia,” kata Abdullah. Menurut dia, banyak bank-bank konvensional yang tertarik dan sejumlah bank syariah juga mulai masuk ke Australia, sehingga tidak hanya membicarakan mengenai isu Islam.

Dalam perjalanannya kini Australia pun telah memiliki course tentang keuangan Islam di La Trobe University. Pembahasan keuangan Islam di tingkat universitas tersebut menjadi yang pertama di Australia. Associate Professor Departemen Ekonomi dan Keuangan La Trobe, Ishaq Bhatti mengatakan program S2 di La Trobe membuka kesempatan bagi mahasiswa internasional dari Asia yang ingin menjalani pelatihan keuangan Islam, juga bagi masyarakat lokal Australia yang tertarik menjadi bagian dari sektor yang sedang tumbuh di Australia ini.

La Trobe pun akan dibantu oleh International Centre of Education in Islamic Finance yang memberikan sertifikat bagi lulusan La Trobe. Dengan adanya sertifikat tersebut maka akan membuka peluang kerja di sektor perbankan dan keuangan internasional. “Pasar keuangan dan perbankan Islam telah tumbuh luar biasa dalam beberapa tahun terakhir dengan rata-rata 10-15 persen per tahun,” kata Bhatti.

Saat ini, lanjutnya, telah ada lebih dari 260 lembaga keuangan syariah yang beroperasi di seluruh dunia dengan total aset sekitar 500 miliar dolar Australia. Dengan pencapaian tersebut, Bhatti mengatakan selayaknya keuangan Islam menjadi perhatian komunitas perbankan internasional. “Bank konvensional pun sekarang mulai membuka unit syariah untuk dapat ikut berperan serta memenuhi kebutuhan keuangan syariah dunia,” imbuh Bhatti.

Dengan prinsip dan nilai-nilai Islam yang dipegang oleh perbankan syariah dalam menerapkan sistem berkeadilan membuat industri keuangan syariah cukup terlindungi dari badai krisis yang terjadi.rtr/latrobe.edu.au/gie/kpo
Baca Selengkapnya...

Rabu, 01 April 2009

Menjadi Kekasih Allah

Life sharing by Bayu Gawtama

Pernah suatu hari Ali bin Abi Thalib menangis, ketika ditanya sebab apa menantu Rasulullah itu menangis, ia menjawab, œSudah satu minggu tak ada seorang tamu pun yang datang kepadaku untuk meminta sesuatu. Aku khawatir Allah sedang menghinakan aku.

Karakter seperti Ali bin Abi Thalib ini memang terbilang langka dan unik. Kebanyakan orang justru menghindar dan bersembunyi kalau ada orang yang datang ke rumahnya hendak meminta bantuan. Misalnya saja mereka yang dari balik pagar rumahnya berteriak, œMaaf, tidak ada orangnya kepada para pengemis yang berdiri mematung di depan pagar. Padahal boleh jadi pengemis tua itu benar-benar memerlukan bantuan.


Memang dipandang dari sisi kita, nampaknya pengemis tua renta itu yang memerlukan pertolongan. Namun dilihat dari sudut yang berbeda, sesungguhnya kitalah yang memerlukan pengemis atau siapapun dari kaum dhuafa itu karena merekalah kunci surga yang ditebarkan Allah di muka bumi. Seperti ditegaskan Rasulullah dalam satu haditsnya, œSegala sesuatu ada kuncinya, dan kunci surga adalah mencintai orang-orang miskin (HR Ad Daruqutni dan Ibnu Hiban).

Kepada isterinya, Rasulullah pernah berpesan, œWahai Aisyah, cintailah orang miskin dan akrablah dengan mereka, supaya Allah pun akrab juga dengan engkau pada hari kiamat (HR Al Hakim). Dalam hadits lain, Nabi Allah pun berkata, œAllah semakin memperbanyak kenikmatan-Nya kepada seseorang karena ia banyak dibutuhklan orang lain. Barangsiapa enggan memenuhi kebutuhan-kebutuhan orang lain berarti ia telah merelakan lenyapnya kenikmatan bagi dirinya (HR Baihaqi).

Banyak hal yang bisa kita perbuat guna membantu dan meringankan beban orang lain di sekeliling kita. Sebanyak orang-orang lemah (dhuafa) yang bertebaran di sekitar kehidupan kita. Coba perhatikan, di sudut-sudut jalan, atau kemana pun wajah ini dihadapkan akan mudah terlihat beragam golongan kaum dhuafa. Jika kita sedikit ˜gerah™ dengan aksi orang yang berpura-pura menjadi pengemis, alihkan pandangan kita ke rumah-rumah yatim piatu. Atau menjenguk ke rumah sakit untuk melihat betapa banyaknya orang-orang sakit yang kebingungan membayar biaya perawatan. Sesungguhnya, di luar rumah sakit masih lebih banyak orang yang meregang nyawa tanpa pertolongan karena tidak memiliki biaya sedikitpun untuk pergi ke dokter atau rumah sakit.

Jika tidak berupa materi karena kondisi kita pun dalam kesempitan, tetap saja kita tidak kehilangan kesempatan untuk berbuat sesuatu untuk orang lain. Bantuan materi tak melulu harus dari kantong kita, jika tak mampu. Maka bantulah orang yang mampu untuk menemukan kunci-kunci surga itu, dengan cara memberikan informasi tempat-tempat dan orang yang membutuhkan pertolongan. Dengan demikian, kita telah menjadi perantara bagi keduanya, yang menolong dan yang ditolong.

Allah SWT bertanya kepada Nabi Ibrahim alaihi salam, œTahukah kamu mengapa Aku memberi gelar kepadamu Khalilullah “kekasih Allah? Nabi Ibrahim menjawab; Tidak tahu ya Rabb! Lalu Allah menegaskan, Lantaran kamu suka memberi makan orang-orang miskin dan shalat dikala orang lain sedang tertidur lelap

Maka sesungguhnya, tidak hanya Ibrahim alaihi salam yang mampu merebut gelar itu dari Allah. Setiap hamba memiliki kesempatan yang sama dengan Ibrahim untuk menjadi kekasih Allah. Caranya seperti yang dilakukan Nabi Allah itu, suka memberi makan orang miskin dan bangun di waktu malam untuk bermunajat kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW dalam hadits lain mengatakan, œOrang yang bekerja keras untuk membantu janda dan orang miskin adalah seperti pejuang di jalan Allah atau seperti orang yang terus menerus shalat malam atau terus berpuasa (HR. Muslim). Artinya, memberi sesuatu kepada kaum dhuafa memiliki nilai yang sama dengan berjihad di jalan Allah, sayangnya hal ini seringkali tidak kita sadari. Sudahlah kerap lalai qiyamullail, membantu orang miskin pun tidak kita lakukan.

Khalifah Umar bin Khattab, salah seorang sahabat yang memberi contoh nyata bagaimana berupaya menjadi kekasih Allah. Pernah suatu malam Auza™iy ˜memergoki™ Khalifah Umar masuk rumah seseorang. Ketika keesokan harinya Auza™iy datang ke rumah itu, ternyata penghuninya seorang janda tua yang buta dan sedang menderita sakit. Janda itu mengatakan, bahwa tiap malam ada orang yang datang ke rumahnya untuk mengirim makanan dan obat-obatan. Tetapi janda tua itu tidak pernah tahu siapa orang tersebut! Padahal orang yang mengunjunginya tiap malam tersebut tak lain adalah adalah khalifah yang selama ini sangat ia kagumi.

Pada suatu malam lainnya ketika Khalifah Umar berjalan-jalan di pinggir kota, tiba-tiba ia mendengar rintihan seorang wanita dari dalam sebuah tenda yang lusuh. Ternyata yang merintih itu seorang wanita yang akan melahirkan. Di sampingnya, duduk suaminya yang tengah kebingungan. Maka pulanglah sang Khalifah ke rumahnya untuk membawa isterinya, Ummu Kalsum, untuk menolong wanita yang akan melahirkan anak itu. Tetapi wanita yang ditolongnya itu pun tidak tahu bahwa orang yang menolongnya dirinya adalah Khalifah Umar, Amirul Mukminin yang mereka cintai.

Pada kisah lainnya, Khalifah Umar berjalan di tengah malam berkeliling perkampungan untuk mengetahui kondisi rakyatnya. Kemudian ia mendapati sebuah gubuk reot dan terdengar suara tangis anak-anak di dalamnya. Dari celah gubuk reot itu ia melihat seorang ibu yang tengah berusaha menenangkan anaknya yang menangis karena kelaparan. Rupanya anaknya menangis karena kelaparan sementara sang ibu tidak memiliki apapun untuk dimasak malam itu.

Umar mendengar si Ibu berkata kepada anaknya, œBerhentilah menangis, sebentar lagi makanannya matang. Namun kemudian Umar terperanjat ketika melihat bahwa yang dimasak oleh ibu itu adalah sebuah batu. Sandiwara sang ibu yang berpura-pura memasak itu hanya untuk meredam tangis anaknya yang tak henti karena rasa lapar. Melihat pemandangan itu Umar sangat sedih dan merasa berdosa. Ditemani pengawalnya, Umar pergi ke gudang penyimpanan makanan negara dan mengangkut sendiri karung gandum itu.

œIjinkanlah saya yang akan membawa dan memanggul gandum itu, pinta sang pengawal. œBiarlah aku yang mengangkat dan memanggul gandum ini. Ini adalah tanggung jawabku. Dan aku akan menebus dosa-dosaku yang telah menyengsarakan rakyatku, kilah Umar bin Khattab.

Di masa sekarang, mungkin terdengar aneh kalau ada kasus orang yang memasak batu karena kelaparan. Tetapi kita pun tak bisa menutup mata atas beberapa peristiwa yang pernah terungkap di media massa berkenaan dengan kemiskinan. Tentang seorang anak Sekolah Dasar yang mencoba bunuh diri karena tidak punya buku pelajaran, tentang sekeluarga di Makassar yang meninggal karena kelaparan, atau jutaan orang yang terjerat hutang dan jatuh dalam rantai baja rentenir.

Insya Allah, banyak kesempatan untuk menjadi kekasih Allah di masa kini. Segera ambil kesempatan ini, atau orang lain yang merebutnya dari depan mata kita. (gaw)


Baca Selengkapnya...

Senin, 30 Maret 2009

Ketentuan pasang iklan di blog

Dalam rangka membantu keuangan Masjid Al-Husna, maka kami memasang kolom iklan di blog CGR. Jika ada teman-teman yang punya usaha dan ingin mengiklankan usahanya tersebut di blog, silahkan ikuti ketentuan berikut.


1. mengirim e-mail ke:
- Teguh Priatno : teguh.priatno@cpp.co.id
- DKM Al-Husna : dkm.alhusna@gmail.com

2. e-mail dilengkapi dengan nama, letak iklan, ukuran iklan, lama iklan (1 bulan, 6 bulan, 1 tahun), gambar iklan (dalam format JPEG/GIF).

3. Pembayaran bisa dilakukan langsung ke DKM Al-Husna atau Teguh Priatno

Tarif iklan

No

Nama

Ukuran (pixel)

Tarif/bulan (Rp)

Tarif / 6 bulan

Tarif / Tahun

Discount

Tarif (Rp)

Discount

Tarif (Rp)

1

Header sitebar #1

860 x 75

300.000

20%

1.440.000

40%

2.160.000

2

Header sitebar #2

300 x 75

100.000

20%

480.000

40%

720.000

3

Header sitebar #3

200 x 75

80.000

20%

384.000

40%

576.000

4

Kiri/Kanan sitebar #1

200 x 150

150.000

20%

720.000

40%

1.080.000

5

Kiri/Kanan sitebar #2

200 x 100

100.000

20%

480.000

40%

720.000

6

Kiri/Kanan sitebar #3

200 x 75

75.000

20%

360.000

40%

540.000

7

Bottom sitebar #1

860 x 75

200.000

20%

960.000

40%

1.440.000

8

Bottom sitebar #2

300 x 75

75.000

20%

360.000

40%

540.000

9

Bottom sitebar #3

200 x 75

50.000

20%

240.000

40%

360.000


Baca Selengkapnya...

Selasa, 03 Februari 2009

Asap Dari Rokok Pasif Meningkatkan Kegagalan Di Dalam Tes Sekolah Sebanyak 30%

Anak remaja yang kena asap dari rokok orang tua di rumah (rokok pasif) punya tingkat kegagalan dalam tes sekolah yang cukup tinggi, menurut riset yang dijelaskan di Journal of Adolescent Health.

Studi yang retrospektif (melihat ke belakang) ini memberi kesan bahwa untuk kalangan remaja, asap dari rokok pasif bisa mengganggu hasil akademis dalam ujian sekolah, kata ketua periset Bradley Collins, Ph.D., Wakil Profesor Public Health dan juga Director di Behavior Research Clinic pada Temple University.

Asap Dari Rokok Pasif Meningkatkan Kegagalan Di Dalam Tes Sekolah Sebanyak 30%
Anak remaja yang kena asap dari rokok orang tua di rumah (rokok pasif) punya tingkat kegagalan dalam tes sekolah yang cukup tinggi, menurut riset yang dijelaskan di Journal of Adolescent Health.

Studi yang retrospektif (melihat ke belakang) ini memberi kesan bahwa untuk kalangan remaja, asap dari rokok pasif bisa mengganggu hasil akademis dalam ujian sekolah, kata ketua periset Bradley Collins, Ph.D., Wakil Profesor Public Health dan juga Director di Behavior Research Clinic pada Temple University.

Dengan mempertimbangkan semua faktor lain, seperti keadaan sosial-ekonomi, status sosial, jenis kelamin, terkena asap rokok pranatal (di dalam kandungan ibu), dan merokok secara aktif pada masa remaja, Dr. Collins dan rekan mendapat bukti yang menunjukkan bahwa bagi remaja yang kena asap rokok pasif di dalam rumahnya, hasil ujian di dalam ujian IQ standar (standardized achievement tests) berkurang 30% di kalangan remaja berumur 16-18 tahun.

Hasil ini membuktikan secara konklusif bahwa memang ada bahaya yang sangat tajam dari asap rokok pasif yang jauh lebih luas daripada efek pada kesehatan umum saja. Dan seharusnya orang tua diberikan lebih banyak informasi tentang bahayanya asap rokok pasif karena pada saat ini, dari orang tua yang berusaha untuk berhenti merokok di Amerika, hanya sekitar 20-28% yang berhasil. (Sisanya kembali merokok).

Para periset menganalisa data dari 6.380 wanita hamil dan anak-anak yang terdaftar pada sebuah studi pemerintah Inggris, yaitu 1958 British National Child Development Study. Mereka kira akan ada efek yang lebih besar pada anak yang kena asap rokok secara prenatal tetapi hasil riset justru membuktikan bahwa efek dari rokok pasif setelah lahir jauh lebih besar pada tingkat IQ anak.

Statistik di antara AS dan Inggris hampir sama: sekitar 1/3 dari wanita yang masih berada pada umur subur merokok, dan sekitar 10-15% dari wanita yang sedang hamil tetap merokok. Ada kemungkinan kurang lebih 60% dari semua anak akan kena asap rokok secara pasif di rumah.

Studi tidak menunjukkan alasan yang menyebabkan anak tersebut (yang kena asap rokok) galal dalam ujian, dan periset juga tidak bisa menyelediki penyebab yang lain yang mungkin ada, seperti gangguan belajar, yang juga bisa memberikan hasil tes yang buruk. Walaupun begitu, riset yang sudah ada telah membuktikan hubungan antara kerusakan fungsi kognatif dan akademis, gangguan belajar, dan yang lain. Tetapi baru sedikit studi yang membanduingkan efek rokok pada tingkat pranatal dan juga tingkat remaja sekaligus.

Adapted from materials provided by Temple University.

Sumber: Sciencedaily.com di dalam http://genenetto.blogspot.com/2009/02/asap-dari-rokok-pasif-meningkatkan.html


Baca Selengkapnya...

Jumat, 30 Januari 2009

Jangan meremehkan hal yang kecil

Saudaraku... Janganlah kalian meremehkan hal-hal yang kecil. Karena dari hal-hal yang kecil ini, lambat laun akan menjadi besar. Tidak sedikit hal-hal kecil yang dianggap remeh mengakibatkan suatu bencana yang besar. Bukankah kita tau, bahwa mesin yang besar tidak akan mampu berjalan karena tidak adanya spare part/bagian kecil penyusunnya. Atau, sekalipun dapat berjalan, maka suatu saat akan mengakibatkan kerusakan yang fatal bagi mesin tersebut.

Demikian halnya dengan perbuatan-perbuatan dosa kecil yang jika kita remehkan, maka dosa-dasa kecil tersebut akan bertumpuk hingga akhirnya suatu hari kelak akan menjadi ganjalan bagi kita. Akhir-akhir ini muncul perdebatan seiring dengan dikeluarkannya fatwa MUI tentang fatwa rokok haram. Walaupun fatwa itu mengatakan tidak begitu tegas yaitu rokok itu makruh (dihindari) dan haram. Sebagian ulama mengatakan rokok itu makruh, dan sebagian mengatakan haram.




Saudaraku... Janganlah kalian meremehkan hal-hal yang kecil. Karena dari hal-hal yang kecil ini, lambat laun akan menjadi besar. Tidak sedikit hal-hal kecil yang dianggap remeh mengakibatkan suatu bencana yang besar. Bukankah kita tau, bahwa mesin yang besar tidak akan mampu berjalan karena tidak adanya spare part/bagian kecil penyusunnya. Atau, sekalipun dapat berjalan, maka suatu saat akan mengakibatkan kerusakan yang fatal bagi mesin tersebut.

Demikian halnya dengan perbuatan-perbuatan dosa kecil yang jika kita remehkan, maka dosa-dasa kecil tersebut akan bertumpuk hingga akhirnya suatu hari kelak akan menjadi ganjalan bagi kita. Akhir-akhir ini muncul perdebatan seiring dengan dikeluarkannya fatwa MUI tentang fatwa rokok haram. Walaupun fatwa itu mengatakan tidak begitu tegas yaitu rokok itu makruh (dihindari) dan haram. Sebagian ulama mengatakan rokok itu makruh, dan sebagian mengatakan haram.

Kita tidak perlu memperdebatkan itu saat ini. Hanya yang perlu kita lihat adalah mengenai makruh itu sendiri. Makruh adalah suatu perbuatan yang dibenci Allah, yang jika dilakukan tidak berdosa. Karena makruh adalah perbuatan yang dibenci Allah, maka apakah pantas seseorang kyai, ulama, melakukan perbuatan yang dibenci Allah. Bukankah mereka adalah orang-orang yang berilmu yang sudah seharusnya semakin mendekatkan diri kepada Allah. Saya tidak habis pikir jika ada orang yang mengaku kyai/ulama tapi masih gemar melakukan perbuatan yang dibenci Allah!!

Lalu bagaimana dengan yang bukan kyai?? Sama saja! Bagaimana mungkin kita yang mengharap syurga dan ridha Allah tapi melakukan hal-hal yang dibenci Nya. Apakah pantas seseorang yang mengharap syurga Allah tapi selalu dan dengan santai selalu melakukan perbuatan yang dibenci Nya. Andai suatu hari anda menginginkan suatu jabatan di kantor anda, apa yang anda lakukan supaya anda mendapatkan promosi untuk mendapatkan jabatan tersebut dari atasan anda. Sudah pasti anda akan melakukan pekerjaan yang baik-baik yang dapat menyenangkan hati atasan anda. Bahkan sekecil apapun masalah yang akan menghambat karir anda, pasti akan berusaha anda singkirkan. Sekarang coba anda pikirkan, jika anda menginginkan promosi jabatan dari atasan anda. Lalu dengan sengaja didepan atasan anda anda melakukan hal yang tidak disukai oleh atasan anda. Dan itu terus anda lakukan tanpa anda merasa bersalah. Jika demikian, coba anda bayangkan, apakah yang akan terjadi pada anda. Apakah anda mendapatkan promosi jabatan atau malah sebaliknya, anda dipecat dari tempat kerja anda!!

Memang Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang. Tapi saudaraku... tidak pantas rasanya kita melakukan hal-hal yang dibenci Nya dengan sadar dan terus-menerus. Tidak pantas rasanya kita meremehkan hal-hal yang kecil yang nantinya akan menjadi ganjalan bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Nya dan mendapatkan Ridho Nya.

Saudaraku... sekarang kembali kepada anda. Masihkah anda merokok atau berhenti sekarang juga....

Bangkitlah negeriku.. bangkitlah Indonesiaku... bangkitlah kita semua....
Mulai dari diri sendiri... mulailah saat ini.....

Jakarta, 30 Januari 2009
Teguh Priatno
www.teguhprishi.blogspot.com
Baca Selengkapnya...

Kamis, 29 Januari 2009

Kabar dari Jepang: Kebersihan Kota Tokyo

Bagi yang pertama kali datang ke Tokyo, mungkin akan terheran-heran seraya terkagum-kagum. Bukan hanya karena Tokyo merupakan kota megapolitan yang dipenuhi gedung-gedung yang tersusun rapih, melainkan juga karena kebersihan dan keindahan kota yang senantiasa terjaga. Ketika seseorang berjalan menyusuri sudut-sudut kota, pastilah tidak mudah untuk bisa menemukan sampah. Meski di Tokyo tidak pernah ada tulisan “Dilarang Buang Sampah disini!” sebagaimana yang sering ditemui di Jakarta atau kota-kota lainnya di Indonesia.

Meskipun di setiap sudut kota sudah terlihat bersih, di negeri Jepang, secara umum selalu dikampanyekan slogan Utsukushi kuni (Negara Jepang yang cantik). Kebersihan memang menjadi ciri utama Jepang, yang rasanya sulit di jumpai di negara lain. Meski tidak ada penghargaan semacam Kalpataru seperti yang setiap tahun diberikan pemerintah Indonesia terhadap kota terbersih di Nusantara, masyarakat Jepang tetap memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya menjaga kebersihan. Mungkin budaya malu yang telah mendarah daging turut mendorong masyarakat Jepang untuk tidak buang sampah sembarangan dan selalu berusaha hidup bersih.

Secara umum kota-kota di Jepang sangat bersih. Bukan hanya di sepanjang jalan utama, namun lebih jauh ke dalam, digang-gang kecil bahkan di sepanjang daerah aliran sungai termasuk juga didalamnya. Walaupun bersih yang dimaksud masih harus diberi tanda kutip, karena air sungainya berwarna kehijauan terlihat sedikit aneh, namun aneka macam sampah, terutama sampah-sampah plastik hampir tidak terlihat. Sungai di beberapa tempat di pusat kota ada yang dijadikan sebagai tempat wisata. Kalau sungainya kotor dan bau, tentu tidak ada orang yang mau datang.

Pemerintah Jepang sendiri memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola sampah, baik sampah rumah tangga maupun sampah industri. Masyarakat diberikan arahan mengenai bagaimana mereka seharusnya menangani sampah baik di rumah maupun di lingkungan disekitarnya. Salah satu cara pengelolaan sampah yang diterapkan misalnya dilakukannya pemisahan jenis-jenis sampah yang dimulai dari rumah.

Pemisahan dan pengelompokan sampah di setiap kota di Jepang berbeda-beda meskipun secara umum sama. Misalnya di kota Toyohashi, pemerintahnya membagi tujuh kategori sampah rumah tangga yang mesti dipisahkan sendiri-sendiri oleh warga kota sebelum diletakkan/dibuang ke tempat yang ditentukan pada hari yang dijadwalkan. Ketujuh itu yakni: 1) Moyasu Gomi atau Sampah yang dapat dibakar (Burnable Waste), 2) Umeru Gomi atau Sampah urug (Land-fill Waste), 3) Purasutikku Gomi atau Sampah plastik (Plastic Waste), 4) Kowasu Gomi atau Sampah yang dapat dihancurkan/diremukkan (Crushable Waste), 5) Yuugai Gomi atau Sampah yang beresiko/berbahaya (Hazardous Waste), 6) Shigen Gomi atau Sampah yang dapat didaur ulang (Recyclable Waste) dan 7) Okina Gomi atau Sampah besar (Bulky Waste).

Di kota Tokyo sendiri sampah dipisahkan dalam empat kelompok, yaitu 1) Combustible Waste (sampah yang dapat dibakar), 2) Non-Combustible Waste (sampah yang tak dapat dibakar) seperti plastic, steoroform, sampah kaca atau beling, dan lain-lain, 3) Recyclable Items (sampah yang dapat didaur ulang) seperti Koran dan majalah, botol-botol plastik, kotak kardus, dan lain-lain, dan 4) Large-size Waste (sampah berukuran besar) yaitu sampah yang beukuran lebih dari 30 cm, seperti meja, kursi, lemari, dan lain-lainnya. Untuk sampah elektronik seperti televisi, kulkas, mesin cuci, komputer dan lain-lain harus dikembalikan ke toko dimana barang tersebut dibeli.

Di kota yang penduduknya sangat padat ini, limbah rumah tangga yang berbentuk cairan tidak bisa dialirkan ke dalam got begitu saja, namun semuanya harus tersambung ke pipa milik pemerintah. Tokyo terkenal dengan sistem transportasi umum bawah tanahnya atau yang biasa disebut Subway. Bayangkan saja kalau seandainya semua warga bisa menggali dan membuat lubang kamar mandinya sendiri, stasiun dan jalur kereta api yang letaknya dibawah tanah tentu bisa bau bahkan bangunan bisa jebol kebawah. Membuat bangunan rumah atau gedung di sini juga cendrung membutuhkan waktu lama, hanya untuk urusan bawah tanah seperti pipa air, limbah dll.

Selain adanya pemisahan, masyarakat juga tidak bisa membuang sampah pada sembarang waktu. Setiap jenis sampah hanya boleh dibuang pada waktu yang telah ditentukan. Orang disini menyebutnya hari membuang sampah, dimana tiap jenis sampah akan dikumpulkan oleh petugas kebersihan kota pada hari yang berbeda. Untuk sampah yang dapat dibakar, petugas kebersihan kota akan mengambilnya dua kali setiap minggunya, dengan hari yang berbeda untuk setiap kecamatan dan keluarahan. Sampah yang tidak dapat dibakar dan sampah yang dapat didaur ulang diangkut seminggu sekali. Sementara untuk sampah berukuran besar, seorang yang akan membuang sampah harus memesan terlebih dulu ke dinas kebersihan dan biasanya akan dikenakan biaya transport dan biaya pembuangan.

Masyarakat Jepang tentu saja tidak mengenal konsep “kebersihan sebagian dari pada iman” sebagaimana yang ada di negeri-negeri Muslim. Namun semangat dan disiplin mereka dalam menjaga kebersihan sama sekali tidak diragukan. Di negeri-negeri muslim seperti Indonesia, tumpukan sampah yang menggunung dipinggir jalan sangat mudah ditemukan, bahkan dikota sebesar Jakarta. Bandara Internasional di Dubai terkenal paling mewah, tapi juga sekaligus terkenal jorok dan kotor. Bagi mereka yang pernah pergi haji pasti menemukan pemandangan yang sama sekali jauh dari semangat menjaga kebersihan. Sampah tidak hanya menumpuk di Musdhalifah, tapi juga berserakan disepanjang jalan dari Masjidil haram ke Mina.(Mukhamad Najib, Tokyo Jepang)


Baca Selengkapnya...

Jumat, 16 Januari 2009

We will not go down (song for gaza)

We will not go down (song for gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009

posted by: morningcoffeemix

Listen to the song:





From youtube:




mp3 download:

http://www.michaelheart.com/sfg/downloads/a22685d/dl.php?file=we_will_not_go_down.mp3


Lyrics:


A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains

Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight


Baca Selengkapnya...

Rabu, 14 Januari 2009

Boikot Israel


BOYCOTT ISRAEL CAMPAIGN

BRANDS & LABELS TO BOYCOTT


URL: http://www.inminds.com/boycott-brands.html

Baca Selengkapnya...